Ikan Dottyback? Jenis apa itu? Disebut demikian sebab punggungnya bertotol-totol. Ikan ini juga bertaring. Spesies baru inilah yang ditemukan oleh tim Ekspedisi Halmahera yang berlangsung sejak 9 hari lalu. Dipimpin oleh Dr. Mark Erdmann dari Conservation International (CI), tim yang juga beranggotakan ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini menemukan sejumlah spesies unik lain di kawasan tersebut.

“Yahuuu!” adalah kata pertama yang keluar dari Andreas Muljadi ahli pemantauan ikan karang, dari The Nature Conservation (TNC) ketika ia muncul di permukaan air sore ini. Dia bersama tim ikan mencatat 30 bumphead parrotfishes (ikan Kakatua) yang besar-besar, kelompok Napoleon wrasse, dan kelompok kecil kerapu karang di antara hiu-hiu, barakuda, dan ikan-ikan besar lainnya. Menurut Dr. Rod Salm, ahli ketahanan karang, dalam catatan hariannya selama ekspedisi, mereka menemukan dua jenis ikan Dottyback baru dan satu spesies lagi yang diduga baru, masih diamati dengan cermat.

Mereka juga menemukan penyu lekang betina yang masih hidup di slah satu desa setempat. Anggota tim mengumpulkan uang untuk membeli dan melepaskannya sehingga bisa bersarang di hari lain.

Kawasan Halmahera di Propinsi Maluku Utara yang terletak diantara pulau Papua dan Sulawesi dengan luas kurang lebih 24.500 km2 yang meliputi pulau utama dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Halmahera berada di kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle) yang diketahui sebagai area yang kaya akan berbagai jenis biota bahari.

Penelitian

Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukan indikasi bahwa wilayah antara bagian utara dan selatan Sulawesi hingga ujung barat Papua – termasuk pulau-pulau Raja Ampat dan Halmahera – merupakan wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tinggi, terutama untuk karang dan ikan karang. Berbagai penelitian telah dilakukan sebelumnya di Raja Ampat dan hasil penelitian sudah membuktikan bahwa Kepulauan ini merupakan tempat yang berlimpah dengan biota laut.

Tetapi belum banyak data dan informasi yang tersedia tentang keanekaragaman hayati laut di Halmahera. Data yang tersedia saat ini adalah survei cepat yang dilakukan oleh Dr. Gerry Allen tentang ikan karang. Survei ini dilakukan pada tahun 2005 yang lalu terbatas di 28 lokasi di sebelah barat daya Pulau Halmahera.

Hasil penelitian di wilayah yang terbatas ini menyebutkan bahwa dalam 37 jam penyelaman peneliti mencatat 803 spesies ikan karang. Sebagai perbandingan, di Raja Ampat Dr. Allen pernah mencatat 828 spesies ikan karang dalam 60 jam penyelaman pada tahun 2001; perbandingannya ini memberikan indikasi bahwa Halmahera memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut yang setidaknya sebanding dengan Raja Ampat.

Tantangan

Wilayah dengan keanekaragaman hayati dan kekayaan sumberdaya laut yang luar biasa menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi yang penting untuk dilestarikan sekaligus juga menjadikan kawasan tersebut target untuk pengembangan sektor ekonomi mulai dari perikanan, pariwisata laut serta minyak dan gas. Oleh karena itu pemerintah daerah di kawasan Halmahera (Propinsi Maluku Utara) menghadapi tugas penting dalam memutuskan bagaimana menyeimbangkan antara pengembangan ekonomi berkelanjutan dari sumberdaya laut yang kaya ini dengan pelestarian keanekaragaman hayati laut yang baik secara global, national maupun lokal sangat penting. Kemakmuran rakyat yang tinggal di kawasan Halmahera serta anak cucu mereka di masa yang akan datang sangat tergantung pada kebijakan yang jelas dan bertanggung jawab.

Tantangan yang sangat besar pasti akan dihadapi oleh pengambil keputusan untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan dan mencegah kerusakan lingkungan termasuk kegiatan penangkapan ikan berlebih yang merajalela dan pembalakkan hutan – yang berfungsi melindungi daerah aliran sungai – secara illegal. Terlebih lagi kebijakan-kebijakan pembangunan ini harus dikoordinasikan dengan beberapa pemerintah daerah yang saling bertetangga dan pemerintah pusat sebab umumnya proses ekologi dan ekonomi saling terkait dan berlangsung melintasi batas-batas administrasi.

Sumber : http://netsains.com/2008/04/ikan-punggung-totol-bertaring-ditemukan-     di-halmahera/