Mengadaptasi film dari sebuah kisah nyata adalah tantangan sulit nan rumit. Tebaran begitu banyak realitas saling menjalin membentuk kisah panjang dan komplek. Maka jika tak hati-hati pemampatan bisa berakhir pada film yang membingungkan.

Sean Penn sukses melewati tantangan ini. Sebagai sutradara sekaligus penulis skenario, Penn membuat Into The Wild menjadi film petualangan yang sulit dilupakan. Bahkan tampil lebih memikat daripada buku berjudul sama karangan John Krakauer, yang menjadi dasar adaptasi film Into The Wild.

Biografi pemuda bernama Christopher McCandless ini meraih bestseller sejak peluncuran tahun 1996. Butuh 10 tahun bagi Penn untuk mengangkatnya ke layar lebar, karena menunggu izin keluarga McCandless.

Into The Wild merupakan kisah nyata tentang seorang pemuda kaya raya bernama Christopher McCandless yang meninggal dunia di tengah hutan Alaska.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Emory tahun 1990, McCandless merubah namanya dan pergi tanpa meninggalkan pesan kepada keluarganya, menuju Alaska.

Ia berbekal beras seberat lima kilogram, kamera, buku dan senapan lalu bertualang selama dua tahun di Alaska. Hingga pada akhirnya, seorang pemburu menemukan pemuda malang tersebut meninggal di dalam sebuah rongsokan bus yang menjadi tempat tinggalnya selama ini. McCandelss diduga meninggal karena kelaparan.

Aktor peraih Oscar, Sean Penn mengangkat kisah tragis Christopher McCandless dari buku biografi Into The Wild karya Jon Krakauer yang laris pada tahun 1993.

Sean Penn mengaku sangat terkesan dengan tulisan Krakauer, sehingga langsung memutuskan untuk mengangkatnya ke layar lebar dengan judul yang sama. Untuk peran McCandless, Sean Penn memilih aktor Emile Hirsh.