Apa arti Hari Kemerdekaan?

Bagi anak muda Indonesia, mungkin termasuk Anda baik ketika sekolah, kuliah, atau bahkan dalam dunia kerja, sebuah kata ‘Independence Anniversary’ atau kata umumnya ulang tahun kemerdekaan Indonesia, yang biasanya dilakukan dengan upacara bendera di sekolah. Lalu menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus mendatang, apakah benar kita telah kehilangan arti penting sesungguhnya dari kemerdekaan? Banyak pertanyaan yang harus dijawab, namun kita terkadang tidak ada waktu untuk menjawabnya, sedangkan di negara lain justru semakin melakukan improvisasi untuk kemajuan negaranya.

Tengok saja kompetisi Olimpic di Beijing, bagaimana hebatnya mereka membuat pembukaan yang begitu menakjubkan, dan membuat sebuah perayaan menjadi begitu penting di mata rakyatnya. Cina saja bisa begitu menghargai sebuah acara besar, dan mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah negara yang besar, tentunya dengan teknologi yang sangat berkembang.

Lalau bagaimana dengan bangsa Indonesia sekarang ini? Apakah benar kita sudah benar-benar merdeka?

Meskipun usia bangsa Indonesia semakin bertambah, terutama di usia ke-63 tahun ini, bangsa Indonesia masih harus banyak berjuang keras. Untuk itu, seharusnya generasi muda tidak boleh hanya berdiam diri, apalagi melihat kondisi di Indonesia yang semakin memprihatinkan. Untuk itu, kita sebagai warga Negara Indonesia, dalam peringatan hari kemerdekaan Ri ke-63 ini sudah saatnya ikut berperan dalam segala ruang, termasuk politik, keamanan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, demi memperbaiki kondisi Negara Indonesia tercinta. Maka kita pun bisa melakukannya jauh lebih baik, walaupun mungkin tidak sekarang, mungkin di masa depan, suatu saat nanti. (h_n)

4 Tanggapan to this post.

  1. Posted by djabrigh'99 on 23 Agustus 2008 at 7:30 pm

    dikotomi sederhana
    merdeka untuk sekolh
    VS
    pendidikn hari ini yg mahal

    merdeka untuk makann bergizi murah & sehat
    VS
    9bhn pokok yg terlalu tinggi tuk dijangkau.

    merdeka tuk berpikir & berorganisasi
    VS
    intimidasi, represif keparat sbg anjing negara

    yg ada malah kasus ank sekolah bunuh diri gara2 spp belum dibayar orang tuanya.belom lg kasus busung lapar padahal petani kita banyak menanam beras & tanaman holtikultura.

    wajar saja kiranya jika; “KEMERDEKAAN ADALAH NASI, MAKA DIMAKAN MENJADI TAI”

  2. Posted by fla_a on 25 Agustus 2008 at 11:38 am

    arti hari kemerdekaan mmmh
    merdeka hanya sebatas simbol belaka
    merdeka bukan merdeka rakyatnya
    bukan merdeka pendidikannya
    bukan merdeka pelayanannya
    bukan merdeka pendidikannya
    merdeka bagi yang kuat bukan yang lemah
    merdeka bagi yang kaya bukan yang miskin

    jika semua berjalan sesuai proporsi yang ada/sesuai
    kegunaannya mungkin akan lebih baik kita menghargai hari kemerdekaan

    kita senang bahkan dengan gegap gempita sambut hari kemerdekaan tapi sanak saudara kita apa sesenang kita
    tidak kan???
    bahkan kadang kala hari kemerdekaan tak berarti

    tapi 1 hal yang mesti kita ingat “merah warna bangsaku berarti merah rakyatnya tetapi itu bukan warna asli bangsaku”

  3. Posted by kafka on 25 Agustus 2008 at 7:02 pm

    “berarti merah rakyatnya” from fla_a
    sama dgn
    red in social movement tp yg dimaksudkn disini adalah telah mencapai titik keasadaran tuk tetap melakukan perubahan & terus berlawan. melawan bentuk ketidakadilan (penggusuran,biaya pendidikan mahal,kenaikn tdl,9bhn pokok,bbm.etc)sementara hari pikiran kita rakyat kere cuman hanya sebatas urusan perut.

    pertanyaan yg muncul kemudian,apa iya??????urusan perut belum tuntas tp kita disudutkn dengan hal konsumtif ala kebiasaan lama kita. kemerdekaan dibikin semeriah mungkin(protokoler) ada upacara lah. padahal kalo biaya yg dianggarkan tuk upacara di alokasikan tuk biaya pendidikn kita yg oleh apbn cumn 22% tp habis tuk gaji guru yg tak pernah sejahtera & fasilitas sekolah yg cuman untuk sekolah elit di kota,(cuman contoh kecil) & aku kira ini makna penting dari kemerdekaan tuk pembebasan.

  4. Posted by kafka on 26 Agustus 2008 at 12:17 am

    fla_a say ;”merah warna bangsaku berarti merah rakyatnya tetapi itu bukan warna asli bangsaku”

    merah yg mn dulu neh????? trus merah rakyatnya apa??? apalg itu bukan warna asli bangsaku. ANE BINGUNG????

    subjektifitasku seperti ini mang fla_a; setau ane merah bangsaku itu cuman warna bendera yg terinspirasi dari darah orang2 suci yg berkesadaran membela tanah ini dari segala macam bentuk penjajahan & penindasan. next, merah rakjatnya adalah bentuk keberanian yg kita maknai dari warna merah tersebut.sebab memberanikan diri “mengeluarkan darah” untuk melawan penjajahan & penindasan butuh nyali & berkesadaran dengan otak & pemahaman tuk melakukan perubahan tanpa ada penindasan,tanpa ada pembodohan,tanpa ada penggusuran,tanpa ada kemiskinan dll.

Tanggapi posting ini